Hallo Mitra Explore,

Menelisik sedikit tentang desain grafis merupakan hal yang sangat menyenangkan, sebab dapat membuat kita mampu mengekspresikan apa yang ada di benak kita. Dalam bentuk visual atau gambar kita dapat menelusuri sampai sejauh mana cara kerja pikiran dan mengejawantahkannya dalam bentuk karya. Sebagai sebuah bentuk kerja seni, desain grafis bermain di wilayah imajinasi, dimana alam berpikir manusia diekspresikan dalam berbagai bentuk gambar, grafis atau video. Sebagai cara berkomunikasi secara visual, desain grafis mengajak kita untuk mencerna pesan dengan cara yang unik dan memancing kita untuk turut serta terlibat dalam pesan yang disampaikan.

Keterlibatan penerima pesan visual dalam desain grafis merupakan feedback yang sangat impresif bagi sebuah karya. Agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik membutuhkan sebuah nalar yang jernih dan terbuka. Sebab dengan begitu luasnya ruang interpretasi yang diberikan oleh sebuah karya desain grafis, maka ruang-ruang nalar pun menjadi lebih terbuka pula. Sehingga apabila ada sebuah ide atau gagasan disampaikan melalui desain grafis, mendapat kesan segar dan jernih serta berwarna.

Sesungguhnya untuk mencerna karya desain grafis tidaklah rumit, meskipun pada proses pembuatannya sedikit merepotkan. Tetapi apabila ide atau gagasan sudah terbentuk melalui proses pergumulan pemikiran yang konseptual, tentunya output dari desain grafis menjadi paripurna. Proses pembuatan desain grafis memang tidak mudah, dibutuhkan keleluasaan wawasan, kemampuan merumuskan ide dan gagasan, kemauan dan penerimaan untuk saling koreksi dalam menentukan detail, kecerdasan emosional dalam hal teknis pembuatan dan saling bekerjasama dalam menentukan opsi karakter visual, juga peran serta mitra untuk mendistribusikan karya ke wilayah publik.

Ketika sebuah karya desain grafis mencapai tahap akhir dari pembuatan juga melibatkan partisipasi mitra kerja maupun mitra pengguna jasa untuk menentukan segmentasi market yang dituju untuk memperoleh pesan. Kalaupun ingin dibuat lebih terbuka ke ruang yang lebih luas seperti wilayah publik maka akan mendapatkan kesan yang positif dan memberikan pencerahan. Agar karya desain grafis mampu menjawab ekspektasi publik tentunya selain konten yang bermanfaat maka pesan-pesan persuasif yang mencerahkan bisa menjadi ukuran umum dari sebuah karya. Sebab feedback yang didapat tentunya akan beragam, ada yang positif dan negatif serta ada yang pro dan kontra, yang justru mengantarkan mitra kepada karya berikutnya.

Sehingga tidak perlu ada kekhawatiran dari feedback publik terhadap karya desain grafis. Justru semakin merangsang mitra untuk semakin menggali daya kreasi, ide dan gagasannya. Semangat positif ini mesti terus digulirkan, sebab sebuah karya apapun takkan berguna apabila menghadirkan kerusakan. Disinilah peran desain grafis, sebagai sebuah perkembangan seni rupa yang merupakan induk dari komunikasi visual, menjahit dan merangkai sebuah ide dan gagasan yang abstrak menjadi nyata. Hal iu semakin dimudahkan dengan berkembangnya era digital, melalui beragam aplikasi yang ada membuat mitra mampu memilih dan memilah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

Beranjak dari maraknya penggunaan desain grafis dari berbagai kalangan, mitra tentunya membutuhkan sebuah visi perkembangan desain grafis. Tentunya dengan beragam kemudahan yang bisa didapat dari teknologi yang semakin memperhalus dalam memperbaiki kemampuan mitra menyampaikan pesan. Dengan teknologi animasi dan 3D yang sedang banyak digemari masyarakat, desain grafis memperluas ruang lingkupnya dengan visual gambar bergerak. Tentunya untuk bisa melakukan dan mengaplikasikannya menjadi sebuah output, hal ini akan lebih kompleks pengerjaannya, tetapi hasilnya akan lebih maksimal.

Bermula dari perkembangan teknik pembuatan sketsa, fotografi dan digital imaging, mitra mendapatkan kemudahan untuk menggulirkan ide dan gagasannya menjadi sebuah karya yang berkualitas dan memiliki daya pengaruh yang lebih kuat. Teknologi sangat memegang peranan nantinya dan sumber daya manusianya mesti memiliki kemauan untuk beradaptasi dengan beragam kemajuan yang terjadi. Agar mitra tidak tertinggal dengan kompetitor atau ingin meningkatkan market share tentunya upgrading teknologi yang terkait dengan desain grafis tidak bisa di pandang sebelah mata. Sebab kemajuan teknologi inilah yang akan mengantarkan mitra kepada karya-karya yang maksimal dan berkualitas.

Visi merupakan kunci bagi mitra dalam menciptakan kemampuan berkreasi, hal itu untuk mendapatkan, memperbaiki dan memperluas peran mitra di market share. Agar yang dicapai maksimal tentunya kebutuhan untuk mengaplikasikan ide dan gagasannya dalam bentuk karya desain grafis menjadi krusial untuk dilakukan. Tak ada peran yang buruk terkait desain grafis, yang ada adalah memperluas kemampuan dan daya kreasi mitra dalam menghadapi tantangan jaman. Ketajaman mitra untuk melakukan penetrasi terhadap market share juga akan lebih terasah dan kesan yang di dapat oleh publik juga lebih akrab serta dekat. Selamat berkreasi!!