Hallo Mitra Explore,

Pada masa pemerintahan Bupati Alor Ir. Ansgerius Takalapeta (1999-2009), Alor, salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur seluas 2.864,6 km2 dengan jumlah penduduk sekitar 200.000 jiwa itu, mulai ramai dikunjungi orang.

Ia mulai merintis dibukanya jalur penerbangan dari Bandara El Tari Kupang menuju Bandara Mali di Kalabahi pada saat itu, sampai akhirnya membuat Alor menjadi sangat terkenal, karena banyaknya wisatawan mancanegara yang berkunjung.

Ada suatu hal yang sebelumnya membuat masyarakat dari luar enggan berkunjung ke Pulau Alor, yakni karena banyaknya kisah pahit tentang wilayah itu yang terkenal dengan suangginya dan masih banyaknya tindakan kekerasan.

Ketika berlangsungnya Expo Alor, beberapa tahun lalu di Kalabahi, Ibu Kota Kabupaten Alor, Bupati Ansgerius Takalapeta hanya berpesan kepada wartawan untuk terus menulis tentang Alor dan kabarkan kepada dunia bahwa Alor itu ada.

Ansgerius Takalapeta seakan mau mengatakan kepada dunia bahwa Alor itu sama dengan daerah lainnya di Indonesia yang patut dikunjungi, karena memiliki begitu banyak objek wisata serta keindahan alam yang patut dipromosikan.

Tak ada suanggi dan kekerasan di Alor seperti yang dibayangkan orang selama ini. Kesan yang dibangun oleh mantan Bupati Alor itu seakan merasuk ke dalam sanubari para wisatawan sampai akhirnya membuat Alor menjadi sebuah kekuatan baru pariwisata di Nusa Tenggara Timur.

Wilayah kabupaten ini berbentuk kepulauan dan merupakan salah satu alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) yang dilintasi oleh jalur pelayaran dagang internasional ke Samudera Pasifik.

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke destinasi wisata di Kabupaten Alor dan pulau-pulau kecil lainnya selama 2016 mencapai sekitar 1.577 orang.

Jumlah kunjungan tersebut memang tergolong kecil jika dibandingkan dengan kunjungan wisman ke Pulau Komodo yang mencapai 29.377 orang pada tahun yang sama. Namun, demikian Alor telah membawa sebuah perubahan baru dalam peta pariwisata di Nusa Tenggara Timur.

Ada beberapa objek wisata di Kabupaten Alor yang menjadi incaran para wisatawan, yakni air panas Tuti Adagae, Museum Seribu Moko, Kampung Tradisional Takpala, Pantai Maimol serta taman laut di Pulau Pantar.

Dari segi penampilan mungkin air panas Tuti Adagae di wilayah Alor Timur Laut itu tidaklah spesial. Tingginya hanya berkisar 20 cm, ketika terjadi gempa pada tahun 2004 lalu, kondisi pancuran air panas ini menyusut puluhan sentimeter, namun tetap memberikan pesona bagi siapa pun yang menikmatinya.

Selain itu, para wisatawan juga ditawari mengunjungi Museum Seribu Moko di Jalan Diponegoro Kota Kalabahi. Pada zaman dahulu Nekara ini digunakan sebagai mas kawin bagi wanita Alor yang hendak menikah.

Koleksi lainnya yang bisa diperlihatkan kepada para wisatawan adalah berbagai senjata tradisional, foto para raja, pakaian adat dan berbagai benda lainnya yang menunjukkan kebudayaan Alor.

Selain itu, ada juga gunung Sirung, salah satu gunung berapi aktif yang terletak di Pulau Pantar. Dari puncak gunung para wisatawan disuguhi pemandangan alam yang indah dengan pulau-pulau kecil dari kejauhan serta menikmati terbitnya sang surya.

Bagi para pencinta budaya, pilihan untuk mengunjungi kampung tradisional Takpala di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, merupakan pilihan yang tepat. Di sini, para wisatawan akan melihat kehidupan yang sangat bersahaja.

Daya tarik kampung Takpala adalah rumah adat suku Abui. Rumah ini masih sangat tradisional. Takpala memiliki 12 rumah adat yang ditata dengan sangat rapi sehingga tampak menawan dan sangat menggoda pandangan.

Menurut Bupati Alor Amon Djobo, daerahnya juga mempunyai Pantai Maimol yang sangat eksotik terletak di Desa Kabola, sekitar 8 km dari Kota Kalabahi.

Maimol merupakan kawasan kampung nelayan tradisional. Di sini para wisatawan akan melihat nelayan lokal yang mencari ikan dengan menantang laut. Selain itu juga, Pantai Maimol memiliki keindahan alam tersendiri, dengan pasir putih dan air yang jernih, menggoda siapa saja untuk berenang ke dalamnya.

Dari semua objek wisata yang ada, objek wisata taman laut di Pulau Pantar yang dinilai wisatawan sangat menarik dan mengagumkan, dan alam lautnya lebih menawan ketimbang Wakatobi di Sulawesi Tenggara ataupun Raja Ampat di Papua Barat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nusa Tenggara Timur, Marius Ardu Jelamu juga mengakui bahwa jumlah kunjungan wisman ke Nusa Kenari -sebutan khas Pulau Alor- terus meningkat dari waktu ke waktu untuk menikmati destinasi unggulan wisata bawah laut di Perairan Pantar.

Banyak wisatawan bertestimoni bahwa taman laut di Perairan Pantar sudah berkelas dunia dan tidak kalah bersaing dengan destinasi serupa seperti Bunaken di Sulawesi Utara, Wakatobi di Sulawesi Tenggara serta Raja Ampat di Papua Barat.

Taman laut Alor merupakan salah satu destinasi unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Timur, selain wisata bawah laut Labuan Bajo maupun yang ada di Perairan Flores Timur.

Atas keunggulan itu, destinasi tersebut juga sudah terpilih sebagai wisata bawah laut terpopuler dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia 2016.

Marius menyebutkan, selain wisata bawah laut, Alor juga memiliki destinasi unik dan eksotik, seperti Kampung Adat Takpala, Pantai Mali, wisata rohani Al Quran dari kulit kayu yang berusia ratusan tahun, dan budaya masyarakat tradisional di pegunungan yang masih terperlihara.

Dan lebih unik lagi, Alor juga dikenal dengan satu-satunya kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang memiliki puluhan bahasa. Satu desa dengan desa tetangga berbeda-beda bahasa, dan mereka saling berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia.

Meskipun kunjungan wisatawan asing ke Kabupaten Alor terus meningkat, namun jumlahnya masih di bawah wisatawan domestik yang mencapai 7.215 dalam periode yang sama. Untuk itu, disarankan agar pemerintah kabupaten setempat terus memperkuat upaya promosi, baik melalui media masa maupun mengikuti berbagai ajang expo.

Marius mengapresiasi upaya promosi pariwisata yang dilakukan pemerintahan setempat, karena hampir setiap tahun Alor juga memiliki kegiatan Expo Alor dan tahun lalu juga menyertakan wisatawan asing dari Darwin, Australia Utara, yang datang dengan yacht (kapal layar kecil).

Alor adalah sebuah kabupaten berbasis kepulauan di wilayah Nusa Tenggara Timur, namun eksistensinya telah membuat arus kunjungan wisatawan asing terus berdatangan ke sana, sehingga tak mengherankan jika Alor telah menjadi sebuah kekuatan baru pariwisata di Nusa Tenggara Timur.

Sumber : http://kemendesa.go.id